Hai sobat Tubers

Sepanjang bulan Agustus 2019, peserta didik kelas XII SMA Katolik St. Louis 1 mengikuti kegiatan retret di Griya Samadhi Vincentius, Prigen dan didampingi oleh beberapa Romo CM serta Wali Kelas. Retret ini ditujukan khusus bagi peserta didik kelas XII yang akan menghadapi Ujian Sekolah, Ujian Nasional dan tes masuk perguruan tinggi.

Pada saat peserta didik sampai, mereka diberi istirahat sebentar sambil menaruh barang bawaan di kamar masing-masing. Seorang siswa harus berbagi kamar dengan 1 teman sekelasnya. Lalu, peserta didik dikumpulkan di hall untuk memulai acara retret tersebut. Awalnya terdapat pengenalan akan guru agama dan frater (sebutan untuk calon imam) yang akan membimbing. Setelah pengenalan, biasanya terdapat ice-breaking game untuk lebih akrab dengan pembimbing sebelum memasuki sesi. Lalu peserta diberi tugas untuk menyampaikan perasaan mereka melalui surat kepada peserta lain. Kegiatan yang disebut surat cinta ini membuat setiap peserta dapat mengetahui apa yang pendapat dan perasaan peserta lain terhadap mereka(biasanya, dianjurkan membuat surat setelah mengikuti sesi-sesi yang ada dan pengumpulan suratnya berada pada hari terakhir). Terdapat beberapa sesi selama retret berlangsung. Di sesi pertama, yaitu This is Me, peserta didik diajak untuk melihat kembali kelebihan yang mereka miliki serta menyadari dan menuliskan kekurangan diri. Peserta didik juga diajak untuk berpikir akan solusi untuk menghadapi kekurangan-kekurangan tersebut. Mereka juga harus melihat diri mereka beserta kelebihan dan kekurangannya dari pandangan teman-teman disekitarnya. Setelah selesai menuliskan refleksi diri, di sesi kedua peserta diajak untuk menyadari bahwa mereka dikasihi Tuhan, keluarga dan sesama serta mengingat kembali kejadian baik dan buruk dalam hidup mereka. Peserta diajak untuk berbicara dengan Tuhan akan harapan dan kesusahan mereka dalam hidup. Setelah itu, peserta akan beristirahat dan tidur untuk menjalani kegiatan besok dengan semangat.

Tugas menggambar

Hari kedua, pembimbing pun mulai memasuki sesi ketiga dengan tema Tumbuh dalam Kebersamaan, peserta menuliskan orang-orang yang dianggap berperan penting dalam hidupnya dan membayangkan jika harus hidup tanpa orang lain. Melalui sesi ini, peserta diharapkan dapat menyadari bahwa dirinya tumbuh dalam kebersamaan dengan sesama. Untuk itu, peserta diajak bermain sebuah permainan. Peserta dibagikan sebuah kertas gambar, Kemudian peserta menggambar suatu bentuk dan peserta selanjutnya harus meneruskan gambar itu dengan satu bentuk juga dan peserta terus menggambar bergiliran sampai pembimbing memberhentikannya, tujuannya adalah menggambar sesuatu yang bagus melalui kepedulian dan kerjasama antar peserta

Sesi keempat atau sesi puncak dari kegiatan retret ini mengarahkan peserta didik untuk lebih mengenali dan menentukan pilihan hidupnya pilihan hidupnya serta meneladani nilai-nilai luhur yang dihidupi oleh St. Vincensius. Setelah melalui empat sesi, peserta didik diminta membuat sebuah drama yang sesuai dengan tema yang telah diberikan. Peserta diberi waktu untuk mempersiapkan drama sekaligus beristirahat. Setelah istirahat selesai, peserta memperagakan drama yang telah mereka buat didepan pembimbing dan peserta lain. Malamnya, terdapat kegiatan special yaitu rekonsiliasi kelas. Peserta didik duduk melingkar di tengah-tengah hall bersama wali kelas mereka. Wali kelas akan menyuruh peserta satu per satu menyampaikan kesusahan, kegelisahan, masalah pribadi maupun kelas. Ini adalah kegiatan yang paling emosional karena siswa dapat mencurahkan hati, mengungkapkan pikiran dan pendapatnya, serta berbicara secara jujur di kegiatan ini. Lalu para peserta diajak untuk melepaskan kenangan yang buruk, kejadian yang mereka sesali, dan memaafkan orang-orang yang menjadi penyebabnya. Disini, peserta dapat meminta maaf satu sama lain. Lalu, bagi yang agama Katolik dapat juga mengakui dosa yang telah mereka perbuat dan meminta pengampunan Tuhan.

Pada hari terakhir diadakan ibadat alam yang mengambil tempat di ruang terbuka. Usai ibadat peserta didik melakukan evaluasi dan bersama-sama memaknai rangkaian kegiatan retret selama tiga hari dua malam. Juga hari ini peserta mendapat kesempatan untuk mengambil foto kelas di taman griya. Hari ini juga pengumpulan surat cinta sehingga peserta dapat membaca surat cinta untuknya hari ini. Terakhir, retret ditutup dengan perayaan Ekaristi. Setelah itu, peserta pulang ke Surabaya.

Ch. Tavip Yudianto, Wakil Kepala Sekolah bidang Spiritualitas mengatakan, kegiatan retret ini diharapkan dapat membawa banyak dampak positif bagi peserta didik. “Supaya lebih menyadari kehadiran Tuhan dalam hidupnya,” ujar beliau. Melalui kegiatan retret ini, sekolah mengharapkan peserta didik sudah dapat menentukan pilihan studi dan karir dengan bertanggung jawab.

sumber dari: https://smakstlouis1sby.sch.id/retret-kelas-xii-tuhan-ada-dan-hadir-dalam-setiap-proses-kehidupan/

Foto kelas pada saat Retret

One Reply to “Belajar Bercermin dan Membuka Diri di Retret”

  1. Pasti pulang dari retret pertemanannya makin erat tuh. Kegiatan yang dilaksanakan juga kayaknya seru! Viewnya juga menarik dan udaranya pasti segar disana. Ikutan retret boleh kali ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *